Jutaan manusia sibuk dengan masalahnya. Ada yang mengorbankan sesamanya ada juga yang mengorbankan dirinya sendiri. Sudah banyak yang lupa, manusia itu sudah berada pada alur yang telah di tetapkan baik ataupun buruknya telah di atur dan di tentukan bahkan sebelum dia lahir.

Manusia lebih memilih membuat aturannya sendiri di banding dengan kodarullah yang semestinya mereka percayai.

Memang bukanlah sebuah larangan untuk setiap manusia melakukan karya-karya baru untuk pembaharuan kehidupan manusia dan untuk kebaikan setiap insan. Bahkan sudah menjadi tugas manusia untuk mengkaji pesan-pesan tersirat ataupun tersurat dalam kitab-kitab yang di anggap suci.

Karya tanpa doa adalah kesombongan mutlak, karna di dalamnya telah melupakan peran pencipta yang berhak atas segalanya untuk menentukan setiap jadwal manusia dari detik hingga tahun.

Rencana-rencana manusia yang sudah tersusun tapi dengan segala bentuk konsep yang terlahir dari pemikiran luar biasa akan sia-sia jika doa yang harusnya menjadi pertimbangan tidak dilakukan.

Tulisan ini bukan lah bentuk kritikan untuk setiap manusia, ini hanyalah renungan penulis untuk kembali kejalan yang telah di gariskan. Agar terciptanya karya-karya baru yang terlahir bukan dari hasil kesombongan penulis karna melupakan kodarullah.