Indonesia Negara Demokrasi yang membudayakan Musyawarah dalam menyelesaikan sebuah permasalahan yang terjadi. Dari mulai pemilihan kepala negara, kepala daerah hinggal wakil rakyat (legislatif) dari yang paling atas sampai yang paling bawah.

Secara historis Indonesia telah berhasil melaksanakan beberapa kali pemilihan yang melahirkan pemimpin-pemimpin baru. Yang di ambil dari hasil pilihan suara rakyat terbanyak, sesuai dengan keinginan masyarakat terbanyak ada juga yang hanya tertipu oleh janji-janji kampanyenya saja. 

Dari rakyat oleh rakyat untuk rakyat sudah seperti mendarah daging bagi rakyat indonesia bahwa setiap warga negara berhak memilih dan dipilih, berhak mengelola dan di kelola serta berhak merasakan apa yang semestinya dirasakan. Karna pembangunan negara tidak lepas dari apa yang di korbankan oleh masyarakat.

Jika berbicara pemilihan, ada hal yang menjadi sangat ironis yang terjadi di masyarakat. Dengan diaktori oleh beberapa oknum ‘dari masyarakat’ yang memanfaatkan kompitisi pemiliahan sebagai ajang usaha untuk memperkaya diri yang juga secara tidak langsung mengorbankan saudaranya sendiri dengan cara memberikan asupan pengetahuan yang dianggapnya sesat. Dan telah berhasil mengedukasi masyarakat secara tidak langsung untuk mengamalkan ‘money politik’. 

Partisipasi masyarakat terhadap pemilihan makin berkurangnya kesadaran atas bebasnya pemilihan yang berdasar hati nurani. Masyarakat berpartisipasi hanya karna ada sebuah kepentingan atau timbal balik yang mereka dapatkan. Bukan lagi idealis. 

Masyarakat yang tidak tahu, semakin merasa gelap dan tersesatkan dengan doktrin seperti itu, masyarakat bawah hanya menjadi korban dari sesamanya yang kurang mengamalkan pengetahuan kebaikan dan malah bertolak belakang menjadi mengamalkan pengetahuan yang bersipat memanfaatkan. 

Hak rakyat yang terdapat dalam kata ‘dari rakyat oleh rakyat untuk rakyat’ hanya sebagai kata yang tidak melahirkan apapun. Masyarakat hari ini sudah termakan oleh saudaranya sendiri yang mempunyai pengetahuan lebih dan di pake untuk membodohi saudaranya.

Terima kasih