Desaku Tempat Birokrat Terlaknat

Hijaunya pohon dan hamparan padi menghiasi desaku, desa tempat kelahiranku dan tempat di besarkannya diriku. Ilmu pengetahuan dan segalanya aku dapatkan di desaku ini. Tetangga yang ramah tamah dengan kepedulian terhadap sesamanya. Menjadi bumbu penyedap akan rasa nyaman dan tentram.

Sayangnya desaku yang indah dan berwarna ini terasa suram dengan di kelola oleh birokrat yang hanya membodohi rakyatnya, birokrat desa yang tidak ingin rakyatnya maju dengan penuh pengetahuan dan ilmu yang bisa mengembangkan kualitas lingkungan.

Birokrat yang haus akan sebuah penghargaan dengan cara-cara yang kurang bermartabat. Kurang dalam melakukan proses untuk mencapai sebuah keistimewaan terhadap dari pandangan orang.

Dengan penerapan sistem nepotisme, birokrat desaku di kuasai oleh beberapa keluarga, saudara-saudara, sanak saudara, dan orang dekat lainnya.

Pembangunan selalu di hiasi korupsi, pemanfaatan untuk kepentingan pribadi merajalela. Desaku rumah birokrat terlaknat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *