Materialisme adalah suatu filsafat yg berkembang di abad 19 dan 20. Tokoh tokohnya diantaranya adalah Ludwig Feuerbach, filsuf dari Jerman yg terkenal dengan jargonnya “bahwa bukan tuhan yang menciptakan manusia, tapi manusialah yg menciptakan tuhan”. Selain itu Ludwig Feuerbach pernah mengatakan bahwa essensi dari Kekristenan adalah human feeling. Hal ini ada di bukunya “The essence of christianty”

Selain Feuerbach, juga ada Karl Marx yg doktoralnya tentang atomisme epicurus. Memang pandangan alam semesta yg terdiri dari atom sudah ada sejak yunani.

Namun di era abad pencerahan Eropa, karya karya filsuf Yunani diangkat kembali, misalnya paham atomisme ini, maupun evolusi yg pernah ditheorykan oleh Anaximander.

Materialisme, prinsipnya menyebut bahwa segala sesuatunya terdiri dari materi atau atom, dan mereka berinteraksi, sehingga materialisme menganggap bahwa tuhan tidaklah ada, karena alam semesta ini bisa bekerja dengan sendirinya.

Selain itu, didalam buku “Materialisme dan Empirio-Criticsm”, Vladimir Lenin menyatakan bahwa mind adalah bekerja ats dasar otak, dan Lenin juga mengkritik fisikawan dunia kala itu yg masih percaya bahwa tiada massa namun bisa bergerak. Lenin meminjam hukum Newton menyatakan bahwa F=MA, bahwa segala sesuatunya bisa bergerak karena ada massa.

Namun di awal abad 20, terjadi kemajuan didalam ilmu fisika, yaitu mekanika kuantum. Banyak orang menganggap bahwa “Materialisme” telah mati dengan adanya mekanika kuantum. Namun Lenin telah menjelaskan bahwa pengetahuan akan selalu berdialektika, yang dulunya paling kecil adalah atom, maka di masa depan akan bisa dibagi bagi lagi, begitu seterusnya. Materialisme adalah pandangan tentang alam semesta yang berbasis fisikalisme. Jadi “Materialisme” juga berkembang, seiring perkembangan fisika mekanika kuantum. Dalam buku “Reason in Revolt” yg ditulis oleh Alan Wood, dan Ted Grant, Materialisme sudah banyak disesuaikan dengan perkembangan mekanika kuantum.

Didalam buku “Reason in Revolt” juga dijelaskan bahwa semua benda tersusun oleh partikel, dan partikel ini mempunyai energi dan wave atau gelombang. Sehingga benda makro yg disusun oleh benda mikro, maka akan mempunyai energi dan gelombang, sebagai contoh otak manusia, memiliki energy dan juga gelombang otak.